PEMENANG ADINEGORO 2012 KATEGORI JURNALISTIK RADIO & JURNALISTIK SIBER

Tinggalkan komentar

Januari 31, 2013 oleh adinegoroaward

Karya jurnalistik radio “Petaka Penambangan Pasir Tasik Selatan” yang di siarkan oleh SAGA KBR68H tanggal  15 Juni 2012 meraih penghargaan jurnalistik tertinggi dan mendapatkan Anugerah Adinegoro 2012 Kategori Jurnalistik Radio dengan meraup nilai 249.

Dewan juri diketuai Errol Jonathans dan anggota Shidki Wahab dan Artini sepakat memilih karya tersebut sebagai karya jurnalistik radio terbaik dari 18 karya yang masuk ke panitia. Karya lain yang juga menjadi unggulan adalah Reklamasi Jakarta, Abrasi Teluk Banten (KBR68H), dan Menanti Terang di Bumi Pasena (KBR68H).

Laporan Petaka Penambangan Pasir Tasik Selatan menceritakan tentang maraknya kegiatan penambangan pasir besi di Tasikmalaya Selatan, Jawa Barat yang memicu kerusakan dan pencemaran parah. Banyak penduduk yang mulai terganggu kesehatannya. Pemandangan di sepanjang pesisir selatan Tasikmalaya terhalang kepulan debu halus dan pekat dari kegiatan penambangan pasir besi, sehingga pelintas harus waspada dengan jarak pandang yang tak lebih dari 1-2 meter serta jalanan yang licin dan berlubang.

Ketua Dewan Juri, Errol Jonathans dari Radio Suara Surabaya mengatakan, karya yang masuk memberikan informasi dan pengetahuan banyak hal baru yang digarap dan ide-idenya cukup beragam. Namun terlihat bahwa kemampuan peserta sangat beragam dan didominasi oleh satu media, atau kemungkian informasi mengenai Anugerah Adinegoro ini belum merata.

Karya yang menang menyuguhkan informasi secara berimbang, narasumber mewakili semua pihak yang terkait dan bisa menjadi model untuk laporan radio yang lain.

Errol menyatakan bahwa radio berpotensi menjadi media yang dapat merebut lebih banyak pendengar, apabila bisa memberi alasan kepada audiensnya “mengapa mereka perlu mendengar”

Artini, anggota dewan juri, wartawan utama dan dosen LSPR mengatakan, tema yang masuk beragam dan tekniknya berkedalaman dengan sumber yang komperehensif. Namun sayang bahasa yang di sajikan masih bahasa cetak, bukan bahasa radio.

Topik yang diangkat bagus dan menyangkut di semua lini kehidupan di Indonesia. Terlihat ada perlawanan masyarakat yang menunjukkan keberanian untuk menyampaikan pendapat melalui media. Pada tahun-tahun mendatang diharapkan dapat mendorong minat kalangan radio untuk menyertakan karya dalam lomba, tambah Shidki Wahab.

 “PUTRI DI BELAKANG ISTANA” raih Anugerah Jurnalisme Inovasi

Karya jurnalistik siber Abdullah Sammy  yang tayang 24 Agustus 2012 di www.republika.co.id mendapatkan Penghargaan Hari Pers Nasional Kategori Jurnalistik Siber dengan nilai 244.

Liputan Putri di belakang istana berkisah tentang sebuah lokasi usaha yang mendapat ijin legal dari pemerintah propinsi DKI Jakarta, tempat prostitusi berkedok bisnis karaoke, spa, musik hidup dan bar. Usaha ini terletak tidak jauh dari kawasan istana, gedung tempat  terjadinya perjanjian Roem-Roijen, sebuah kesepakatan awal pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda.

Kisahnya menunjukkan ironi, kontras antara istana dan situasi di dekatnya, ini masalah yang ada di sekitar kita tetapi sering tidak di sadari, pendapat Didik Supriyanto, salah satu anggota Juri.

Onno W. Purbo berpendapat, isinya bagus, tetapi ketika membaca saya terkejut dan berpikir “kenapa ada seperti ini di Indonesia?”.

Uni Zulfiani Lubis dari anggota Dewan Pers sebagai Ketua Dewan Juri berkomentar bahwa berita ini menyangkut kepentingan publik, materi lengkap, penggarapannya menunjukkan penelusuran yang dalam dan mempunyai unsur membangun dan di dukung oleh riset.

Anugerah Adinegoro pada tahun ini menilai karya jurnalistik dalam enam kategori yaitu jurnalistik tulis untuk karya jurnalistik berkedalaman (Depth News), Tajuk Rencana/Opini, Jurnalistik Foto, Jurnalistik Karikatur, Jurnalistik Televisi, dan Jurnalistik Radio masing-masing untuk satu pemenang dengan hadiah masing-masing kategori Rp50 juta dan trofi yang akan diserahkan di puncak peringatan Hari Pers Nasional 2013 pada tanggal 11 Februari 2013 di Manado, Sulawesi Utara.

Selain itu juga akan diberikan penghargaan khusus Hari Pers Nasional 2013 berupa jurnalistik inovasi untuk dua kategori yaitu siaran berita melalui media on line/jurnalistik siber (cyber journalism), dan jurnalistik infotainmen (liputan seni, budaya, hiburan dan informasi entertainmen) untuk satu pemenang dengan hadiah Rp10 juta. Penilaian atas seluruh kategori saat ini sedang berlangsung secara bertahap dan dijadwalkan selesai pada tanggal 29 Januari 2013.

Penghargaan Anugerah Jurnalistik Adinegoro diberikan setiap tahun oleh PWI dalam rangka penyelenggaraan Hari Pers Nasional. Nama Anugerah Adinegoro mengabadikan nama tokoh pers nasional Djamaludin Adinegoro, (14 Agustus 1904 – 8 Januari 1967) yang semasa muda mengenyam pendidikan jurnalistik di Munchen (Jerman) dan Amsterdam (Belanda), kemudian kembali ke Tanah Air pada tahun 1931 serta menjadi Pemimpin Redaksi  Pandji Poestaka dan kemudian Pemimpin Redaksi Pewarta Deli. Pada tahun 1951 Adinegoro ikut berperan dalam pengambilalihan pimpinan bekas kantor berita Belanda Aneta yang kemudian diubah menjadi Pers Biro Indonesia-Aneta (PIA).

Informasi lebih lanjut mengenai Anugerah Adinegoro dapat diperoleh pada laman www.pwi.or.id/ adinegoroaward.wordpress.com atau melalui surel anugerah.adinegoro@yahoo.com dan telepon PWI  PUSAT 021 3453131 dan 3862041.

Jakarta, 29 Januari 2013

GambarGambar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: